Sabtu, 02 April 2011

1 Tahun Kampus MInahasa ( Photo )

"SEMUA HANYA ADA DI MANADO"



Kostra Redo XXI


Menunggu Tamu undangan masuk . .



Tamu Undangan dari Gubernuran dan Bupati Minahasa Utara dengan Direktur IPDN MANADO



Cewek Subejo nii

Tarian dari Kalimantan



Antraksi Debus dari Subejo..

Tarian Papua

Tarian Papua oleh Papua Group

PATAKA IPDN MANADO



Pegawai IPDN MANADO

Direktur IPDN dengan IPB



Direktur IPDN dengan AMI

Muda Wanita Praja IPDN Manado



Praja Putri Sumbagut dan KalBar

Muda Praja Redo



IPB ( Insitut Perikanan Bitung )




 
Gita Puja Wiyata IPDN Redo



Kue Ulang Tahun IPDN MANADO

Tamu undangan masuk ke dalam ACARA



Gita Puja Wiyata IPDN Manado

Muda Praja Putra  IPDN MANADO

Sambutan dari Direktur IPDN MANADO

Mangge dan Ina XXI MANADO

Tepuk Tangan koq cemberut yaaa ?????



*Perhatian : INI SEMUA HANYA ADA DI IPDN MANADO ....
sekalian buat yang punya poto yang lain kasih ke penulis biar di upload yee . . 
jangan lupa koment nya yaaa  . .

1 Tahun Kampus MInahasa ( Part 1 )

"Ayo dek berangkat udah hampir jam 3 ne !!" 
Pada hari itu Jumat , tanggal 1 April 2011 , smua Praja baik Madya Praja maupun Muda Praja sedang bersiap - siap untuk acara yang sebenarnya sudah dinanti- nanti (oleh Madya Praja soalnya Muda Praja kan masih baru ).
Sebelumnya diadakan begitu banyak latihan ada yang latihan  modern dance , latihan duet (eheemm ,itu penulis loo , hahahaa ) , ada yang latihan drama , latihan Paduan Suara ( Padus ) . Malam itu adalah malam terakhir sebelum acara , penulis hanya ikut Duet dengan seorang rekan dari Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Biak . Namanya adalah Isac Kbarek S . Dia memiliki talenta yang bagus , dan sebelumnya dia juga sudah biasa mengikuti acara - acara seperti ini sama kayak penulis (Narziz.com) .

Awalnya Kami berdua akan menyanyikan lagu dari Pasto yang berjudul "Teman atau Kekasih " tetapi tiba - tiba saja malam itu berubah , karna Kak Dini sang Dirijen di Padus memberikan saran "Dek,suara kalian tu pas banget ama lagunya RAN yang Inikah Cinta " . " Yang kek gimana tu lagunya kak ?" . "Saat ku jumpa dirinya , di suatu suasana , terasa getaran dalam dada , nananaa . . " Kak Dini mulai menyanyikan lagu tersebut .  Waah ternyata suara Kak Dini bagus juga yaa . . Lalu Kami berdua mulai mencoba mencari lagu tersebut , bahkan malam itu penulis langsung "Download tu lagu " . 

"Sac,ko ntar malam ke kamar gua yaa . " 
"Buat apa ?" 
" Ya elah kan lagunya lo belum hafal !!"
"O gitu yaa , iya ntar yaa ".


 Isac yang pada saat itu juga ternyata ikut Padus dan dia latihan di Aula bersama anggota Padus yang lain , Nah sebelumnya penulis hanya ikut duet toh . . Lalu Kak Dini bilang " Dek , gabung aja ama Padus ?" . " Ga papa ya kak ?? " . " Coba aja dulu ."   . "Iya deh kak ." Terus penulis mikir deh "Hmm ikut Padus juga ,kalo gini mantap dah . " 
Malam itu juga penulis langsung ikut latihan bersama dengan Kakak senior yang ikut Padus dan Teman Muda Praja .

Musik mulai . . . 
"Hellow hellow hellow hellow . . kita jumpa lagi "
Itu adalah lagu pertama yang di nyanyikan oleh Tim GPW ( Gita Puja Wiyata ) ala IPDN Manado .
Lalu setelah berakhir ternyata masuklah ke sesi Parade Nusantara , Padus menyanyikan lagu dari Sabang sampeeeeee Marauke  . 
Di awali dengan lagu dari Aceh " Bungong Jeumpa ", lalu disambut lagi dengan Lagu dari Sumatera Utara "Sinanggar Tulo " , berikutnya lagu dari Sumatera Barat dengan "Kambanglah Bungo " , next ada Lagu Lancang Kuning dari Riau , Truss Lagu Batang Hari dari Jambi dan pokoknya semua lagu dari Indonesia lah , dan yang pasti penutupnya adalah Lagu dari Papua " Yamko rambe yamko ".
Dalam waktu 1 malam penulis harus menghafal lagu tersebut .
Deadline. . . . _________________

Jumat 1 April , jam telah menunjukan pukul 13.45 , lalu Hape penulis bergetar "ZZzzzzHHhhtttt" ternyata ada panggilan , dari Kak Dini . " Dek ,jam 3 semua nya udah siap yaa , pakai PDU jangan sampai ada yang ketinggalan yaa,ksih tau temen yang lain ." . " Siap Kak " wadouw . .jam berapa neeh . .PDU belum setrika ,kancing belom Brasso , sepatu belom semir . . wahh musti GerCep neeh . .
Dengan mengambil ancang - ancang langkah seribu semua pekerjaan tadi Alhamdulillah bisa penulis tuntaskan dengan tepat waktu ( Ya iya lah ,Praja harus bisa me manage waktu kan ) .

Di depan Posko sudah ada  10 mobil bus besar yang menunggu kami untuk berangkat menuju MCC ( Manado Convention Centre ) .
Apel pelepasan dilakukan di depan Posko dan Praja mulai menaiki mobil one by one  dan mobil pun penuh , saat nya meluncur ke MCC . . 

Brummmm . . . .



Di perjalanan kami latihan kembali dan memulai menghafal lagu - lagu yang akan di nyanyikan nanti .
Soalnya takut kelupaan kan .

kira - kira perjalanan 45 menit kami sampai di MCC ( Waaah ternyata di tepi laut . .) "Bagus " itulah kata - kata yang pantas di lontarkan pada saat itu .
Semua melaksanakan persiapan di dalam gedung MCC yang begitu megahnya 
MCC (tapi ada mas Adfin ,kang Gunawan ama Mas Satria tuh )
Megah kan  MCC nya naaah . . cerita selanjutnya silahkan ditunggu yaa . . .



to be continue . . .

1 Tahun Kampus MInahasa ( Part 2 )

   Melanjutkan cerita yang Part 1 , kan baru nyampe foto MCC yaaa . . Oke lah ayo kita lanjutkan . .

"Kamu udah hafal lagunya semua kan dek ??" ,tanya Kak Dini malam itu waktu akan bersiap ganti baju  dengan baju PDU ( Pakaian Dinas Upacara ) ."Siap sudah Kak ! " ,hanya itu jawaban yang akan diucapkan saat itu .
Ketika masuk kedalam ruangan MCC .. Waaah , besar banget ruangannya , susah juga nge bandinginnya  . .
Jam sudah menunjukan pukul 18.30 malam itu , semua sibuk dengan kegiatan masing - masing ,ada yang lagi foto - foto di luar , ada yang sibuk latihan , ada yang lagi termenung sendiri (mikirin apa yaa,,kalo indonesia kan udah ada SBY yang mikirin =Kata - Kata dari PaSonde,k Sumaryono ).

Pada saat itu penulis latihan duet lagi dengan Isac dan juga ngafal lagu buat Padus malam itu .
"Sac,ko so hafal lagu tu belom ?"
"Sonde,Za pikir ko so hafal ,"
"Iyoo jo ,tapi nanti kalo kita lupa bagaimana ?"
"Akh,ko santai saja " . .
Emang nya dia pikir acara sebesar ini ga bikin Demam Panggung apa . .
Jam sudah mengarah ke angka 7 , dan inilah dia "SHow Time " . .Cekidot . .

Dengan dimulainya MC (pembawa acara ) berbicara untuk membuka acara ini , maka penyambutan untuk menjemput Bapak Gubernur Provinsi Sul-Ut yang kebetulan pada saat itu tidak sempat datang namun di gantikan oleh Bapak Assisten 1 yang juga merupakan Purna Praja .
"Siap Grak !! " aba - aba di ucapkan oleh Ketua Angkatan XX Kak Aswal .

Ini ni Kak Aswal Ketua Angkatan XX

Lalu masuk lah Bapak Direktur beserta para undangan yang terhormat pada malam itu , Lalu setelah akan menuju kursi kehormatan ,Tamu - tamu itu disambut lagi dengan Tarian dari Maluku Utara yang dilakukan oleh Koko Miraz .
dan saatnya menuju kursi kehormatan .

Dimulai dengan MC yang keren - keren dan cantik - cantik membuka acara 1 Tahun membangun Negeri IPDN Minahasa  .

Huuuu . .Plok ... plok .. plok . . .

Riuh tepuk tangan malam itu yang bukan hanya Praja tetapi juga ada teman - teman dari IPB ( Institut Perikanan Bitung ) dan juga ada teman dari AMI ( Akademi Maritim Indonesia ).

IPB ( Istitut Perikanan Bitung )

AMI ( Akademi Maritim Indonesia )

 acara pada malam itu merupakan acara terbesar yang pernah kami ( Muda Praja ) ikuti selama menjadi Praja ,dan acara pertama adalah pembukaan dari Direktur IPDN Manado yitu Bapak Noudy R.P Tendean , M.si dan berlanjut sampai pada sambutan dari Bapak Assisten 1 yang memberikan pelajaran penting ."Untuk menjadi pemimpin , kalian harus S.E.H.A.T "
Santai , Efisien , Hemat , Antusias , Terampil . .

 Setelah selesai mendengar sambutan dari Tamu - tamu terhormat kini saatnya acara hiburan . .
Ada berbagai macam acara yang akan ditampilkan oleh Kakak Satuan Madya Praja dan juga kami Satuan Muda Praja .
Mulai dari Nyanyian Solo , Duet , Tari - tari an , Modern dance , Debus , dan asih banyak lagi bakat bakat yan gada di IPDN Redo dan hanya ada di Regional Manado . .


Setelah selesai acara , kami melaksanakan makan malam yang pada malam itu yang sangat megah , beraneka makanan dan minuman yang mungkin hanya bisa di dapat pada acara besar di kota manado . . .
Semua praja menyantapi makanan yang dihidangkan dan bukan hanya Praja ,tetapi juga semua tamu undangan ,termasuk Purna dari Provinsi Sulut hadir di acara malam itu . .

Benar - benar acara yang Spektakuler yang di adakan oleh Praja Kostra Redo . Dan sekali lagi penulis katakan ini HANYA ADA DI REGIONAL MANADO  .

Begitulah Praja Kostra Redo yang selalu punya inovasi dan kami bukan lah Praja yang terbuang dari Jatinangor , tetapi kamilah Praja memiliki jiwa pemimpin yang siap untuk di lapangan karna sudah terbiasa .

Minggu, 27 Maret 2011

MAKNA FILOSOFIS DARI PAKAIAN DINAS HARIAN (PDH) PRAJA IPDN

1.      Muts
-          Warna dasar Muts adalah biru melambangkan bahwa seorang Praja itu berfikiran seluas langit.
-          Pada Muts terdapat lis berwarna kuning melambangkan bahwa seorang Praja itu adalah seorang calon perwira. Ketika lulus nanti ia akan langsung diangkat menjadi PNS golongan III/a.
2.      Kewiraan
Kewiraan letaknya di sisi kiri atas Muts, Kewiraan juga melambangkan bahwa seorang praja adalah calon perwiranya PNS.
3.      Dek
-          Dek terletak di pundak seorang Praja, ini memiliki makna bahwa seorang Praja memiliki beban dan tanggung-jawab yang besar di pundaknya.
-          Setiap tingkatan praja memiliki jumlah bintang yang berbeda di dek nya. Hal ini menandakan semakin tinggi tingkat dan pangkat seorang Praja maka akan semakin besar pula tanggung-jawab yang dipikulnya.
Untuk tingkat 1 (Muda Praja) memiliki balok satu.
Untuk tingkat II (Madya Praja) memiliki balok satu dan bintang Satu.
Untuk tingkat III (Nindya Praja) memiliki balok satu dan bintang dua.
Untuk tingkat IV (Wasana Praja) memiliki balok satu dan bintang tiga.
4.      Monogram IPDN
Monogram IPDN terletak di atas kerah baju PDH. Monogram ini menandakan identitas dari IPDN.
5.      Papan Nama
Papan nama disematkan di atas saku kanan baju PDH. Warna latar papan nama adalah hitam dan tulisan nama berwarna putih. Hal ini menandakan bahwa nama seorang Praja harus bersih di atas hukum.
6.      Lambang Korpri
Lambang Korpri disematkan di atas saku kiri baju PDH. Lmbang Korpri menandakan bahwa seorang Praja selama pendidikan telah diangkat sebagai CPNS golongan II/a.
Lambang Korpri dan Papan Nama tidak disematkan sejajar melainkan Lambang Korpri disematkan lebih tinggi sedikit dari Papan Nama. Hal ini mengandung filosofi bahwa seorang praja harus lebih mementingkan masyarakat dibandingkan kepentingan pribadinya.
7.      Bordiran Lambang IPDN
Bordiran Lambang IPDN terletak di lengan kiri baju PDH. Hal ini menandakan identitas lembaga IPDN.
8.      Baju dan Celana
Baju dan celana PDH memiliki warna coklat sama seperti warna tanah. Hal ini menandakan seorang Praja harus memiliki sifat merakyat.
9.      Tali Ikat Pinggang dan Gesper
Tali ikat pinggang Praja berwarna hitam menandakan seorang Praja terikat oleh hukum. Di atas gesper juga terdapat lambang IPDN yang juga menandakan identitas lembaga IPDN.
10.  Sepatu
Sepatu PDH praja berwarna hitam memiliki makna filosofi bahwa seorang Praja berdiri di atas hukum.

Jumat, 18 Maret 2011

Sampai di Kampus Bumi Nyiur Melambai ( Part 1 )

        Tepat  pada tanggal 18 Maret 2011 , -/+ 27 orang Muda Praja Kloter Pertama sampai di Bandara Sam Ratulangi di Manado .Inilah saat pertama kami Muda Praja menginjakan kaki di Bumi Nyiur Melambai ini.Setelah turun dari Pesawat dan bersiap mengambil barang di Bandara,ternyata kami telah disambut oleh Senior yang ada di Kampus Minahasa , kalau gak salah ada Bang Arter Sendow yang memiliki posisi sebagai Wakik Ketua Angkatan XX di Kmapus Minahasa . Selain itu ada juga Bang Dimas dan Bang Tony yang menjabat sebagai Polpra , dan juga ada 1 orang kakak Putri yaitu Kak Saharwati yang menjabat sebagai Wakil Ketua 2 DPP.

Pada saat itu kira - kira pukul 2 siang kami semua (Kloter Pertama ) Dijemput menggunakan mobil Tentara . Saat dijemput itu di bandara ternyata hujan lebat , mungkin Bumi nyiur melambai ini terharu akan kedatangan kami (hahahaaaa,lebay.com) . Lalu selain ada senior , disana juga sudah menanti Bapak Bapak dari Pegawai di Kampus Minahasa , seingat penulis waktu itu ada Bapak Randi Rival Wuntu M.si yang menjabat sebagai Kasubag Pengasuhan . lalu ada Bapak Habibie Issya Semenguk,S.STP yang menjabat sebagai Kasubag Disiplin dan Asrama . Selain pejabat di Kampus Minahasa ada juga 2 orang pengasuh yang menjemput kami , Bapak Peltu Karel Rompis , dan juga Bapak Pelda Sumaryono .Selain itu juga ada Bapak Amrin , S.STP yang merupakan Kabagsuh di Kampus Jatinangor .

Di dalam Mobil tentara yang digunakan untuk menjemput kami , Senior yang ada langsung berbincang - bincang dengan kami layaknya adik kakak ( Mungkin Senior Bahagia ya Kedatangan adik baru ) . Kebetulan saat itu penulis duduk di kursi depan , dan Bang Arter mengajak penulis berbincang - bincang tentang IPDN di Jatinangor , Positive Response itu yang penulis rasakan saat bertemu dengan Bang Arter dan Senior yang lain . Sepertinya kami akan disambut dengan baik di kampus ini . 

Kira - kira perjalanan 10 menit dari bandara , kami semua telah sampai di Kampus Minahasa yang masih berada dan 1 atap dengan Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara yang beralamat di Jalan Walanda Maramis KM 10 , Desa Watutumou Kecamatan Kalawat , Kabupaten Minahasa Utara .

"Mak,ne kampus ato Cipatat lagi ??",itulah kata - kata yang terlintas dari pikiran penulis. Sesampai di Wisma , "Ternyata beda yaa , lebih nyaman disini ".Itulah kata - kata yang penulis ucap ketika sampai di Wisma kami yang baru , kalau ga salah nama Wisma kami yang putra namanya Wisma LOKON (Di ambil dari nama Gunung yang ada Sulawesi Utara ). Dan untuk Wisma Putri diberi nama SOPUTAN yang pada saat itu adalah wisma dari Madya Praja , jadi saat ini diberi nama Wisma Mahawu ( yang juga merupakan nama Gunung yang ada di Sulawesi Utara ).



Setelah meletakkan barang - barang di Wisma , kami dibawa menuju MENZA ( Tempat Makan Bersama ) dan disana Banyak Senior yang menyambut kedatangan kami . Menza tempat kami makan sangat menyatu dengan alam karna tidak ditembok semua dan kami bisa merasakan angin yang berhembus menerpa kepala botak kami .



"Sejuknya,kalo gini pasti ga bosen ada disini , bakal betah kayaknya ", itu yang penulis katakan pada teman disebelah . . trus dia nyahut "Mantap boy ",hahahaaa . . .
                     (Liat apaan tu diks ???)


Selesai Menza kami kembali ke wisma dan merapikan barang - barang yang tadi hanya kami letakkan di atas bed . Panas siang  itu ternyata benar - benar terasa . "Fuh,angek lai , lah basah badan ambo dek nyo ". itulah kalimat yang terucap dari mulut temen penulis sesama Praja dari Sumatera Barat ."Iyo ndag,tapi cubo se lah disiko lu,mungkin lamak disiko mah ". " Iyo ndag ! " hahahaaa . . Begitulah cerita sore orang Minang tentang Panas yang ada di Manado , yang ternyata lebih panas dan kering di bandingkan Kota Padang .

Sore itu kami disuruh istirahat untuk menunggu kedatangan Makan Malam . Sore itu semua Praja sibuk dengan HaPe masing - masing yang pasti sedang Sms-an ato Telpon-an ama Senior,Pacar,keluarga , atau siapa yang ingin dihubungi . Sore itu penulis Sms orang tua,Lalu senior yang ada di Jatinangor , lalu barulah sms ke teman - teman di Jatinangor . Kalau nge Sms senior di Kampus Minahasa mungkin udah daritadi ,malahan mungkin udah bosen di sms ama di telponin trus . .

Jam menunjukkan pukul 18.30 WITA dan kami bersiap - siap untuk menuju Menza lagi untuk melaksanakan Makan Malam . Prosesi makan yang ada disini ga jauh beda ama yang ada di Nangor , bedanya paling kalo di Nangor ada Gubernur Praja , kalo disini ada Ketua Angkatan yaitu Bang Aswal dari Sulawesi Tenggara .

Selesai makan,Bang Dimas ( Polpra ) memberikan Pengarahan kepada kami untuk menjaga sikap , dan malam ini kami disuruh untuk beristirahat dan jangan banyak bermain .
Sampai di Wisma semua sudah "Tewas" (Tidur karna kecapek an ) gimana ga capek ,berapa jam perjalanan nya ,kita review dulu yaaa . . Dari Nangor ke Bandara Soekarno Hatta aja udah ngabisin waktu -/+ 4 jam,kita aja berangkat dari nangor kalo ga salah jam 2 subuh , sesampainya di Bandara jam masih menunjukan pukul 7 WIB , jadi otomatis kami masih nunggu 2 jam lagi buat Check In . Palingan cuma beli makanan kecil ama minuman aja kami di bandara pagi itu.Lalu jam 08.30 kami sudah Check In , dan menunggu di Ruang Tunggu bandara .Jam 09.15 "Diberitahukan kepada Penumpang Batavia Air dengan nomor penerbangan MA456 dengan tujuan Manado untuk segera menaiki pesawat ",itu adalah pesawat kami . Ayo naik . .
Di dalam Pesawat kami mungkin masih duduk dengan teman yang sudah kenal lama di jatinangor , -/+ 3  jam perjalanan pesawat , membuat kami banyak yang tertidur . Capek lah bokong ni,mungkin dah makin lebar aja kayak roti malabar . . hahhaaa . . Lalu dengan secepat kilat aja ternyata udah nyampe di Manado (gara - gara tidur ga kerasa deh ) . Panas . . . Itulah yang penulis rasain nyampe disini ,(mungkin ga cuma penulis aja,semua nya kali ).
Itu lah perjalanan yang bisa dibilang melelahkan dalam 1 hari ni kan . .

. . . Kembali ke cerita , nah karna capek ya langsung tidur aja to . . 
Matiin Lampu n Good Night . .

To be Continue . .

Rabu, 16 Maret 2011

Pengumuman Regional

Rabu,16 Maret 2011
Semua Satuan Muda Praja dikumpulkan di dalam Balairung untuk mendegarkan hasil pengumuman REGIONAL .
Setelah berkumpul di Balairung , Muda Praja Duduk per Wisma dan di saat ini pasti jantung seakan-akan mau copot,karena kita akan berpisah dengan semua teman yang ada di Jatinangor dan yang lebih parah lagi,berpisah dengan Saudara Kontingen.
Sekarang saatnya mendengar Pengumuman yang akan memecahkan tangis saat itu,Pertama mendengar Pemberitahuan dari Kabagsuh IPDn Jatinangor Bpk.Amrin S.STP ."Diamanapun kalian di tempatkan , kalian adalah bagian dari IPDN,dan nanti kalian akan berkumpul kembali disini saat Wasana Praja" itulah kata beliau disaat akan mengumumkan siapa saja yang aka ditempatkan di Regional.

Ada 6 Kampus yang akan ditempati oleh +/- 650 Muda Praja.
Kampus pertama yang dibacakan adalah Kampus Regional Bukit Tinggi .lalu dibacakanlah nama - nama Praja yang akan ditempatkan disana.  -/+ ada 100 orang yang ditempatkan di Kampus IPDN Bukit Tinggi yang Lokasi jelasnya di Baso (Setelah Kota Bukit Tinggi ).Dan di Kampus IPDN Bukt Tinggi ada 3 aangkatan saat ini,Nindya Praja ( Tingkat III ), Madya Praja ( Tingkat II ), dan Muda Praja ( Tingkat I ).

lalu Kampus Kedua adalah Kampus IPDN Rokan Hilir di Riau , disana juga -/+ 100 orang Muda Praja yang akan di tempatkan disana. Dan di Kampus IPDN Rokan Hilir juga ada 3 tingkat .

Lalu selanjutnya adalah pengumuman Regional MANADO ( kampus saya pada saat ini ) . Mulai lah 1 per 1 di bacakan nama - nama yang ditempatkan di Regional Manado ini,ada +/- 100 orang yang dibacakan . Dan di Regioanal Manado hanya ada 2 Tingkat yaitu Madya Praja dan Muda Praja .

Dan berlanjut sampai kepada 2 Kampus baru yaitu Kampus di Kubu raya dan Kampus di Lombok Tengah . Biasanya di Tiap regional hanya disebar 100 orang tapi di Kampus Kubu Raya di sebar 15o orang .

Setelah pengumuman selesai di bacakn , semua haru tangis menyatu di dalam bahkan di luar Balairung. Karena tidak akan pernah terbayangkan bahwa kita akan ditempatkan di Daerah Lain,beruntunglah bagi Praja yang di tempatkan di Kampung Halamannya sendiri .

Tapi dengan adanya Regional inilah Praja lebih bertambah wawasan nusantara nya secara alami . Dengan berada di kampus daerah membuat Praja mengenal budaya yang ada di daerah tersebut , karna nanti pada akhirnya kita akan berkumpul kembali di Jatinangor pada saat Wasana Praja .

Senin, 14 Maret 2011

Astha Brata

Istilah “ASTHA BRATA”
Berasal dari kata Asto atau Hasto yang artinya delapan, kemudian Baroto yang artinya laku atau perbuatan. Jadi ASTHA BRATA atau Hasto Broto berati delapan laku atau delapan perbuatan.
ASTHA BRATA terdapat dalam Sarga XXIV dari wejangan Ramayana kepada Gunawan Wibisono, juga Sri Kresna kepada Arjuna.
Diterangkan bahwa seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi pemimpin atau raja adalah dalam jiwanya terdapat delapan macam sifat kedewasaan atau delapan macam watak-watak delapan dewa. Kewajiban seorang pemimpin harus selalu mencerminkan sifat dan sikap:

 1. Dewa Surya atau Watak Matahari
Menghisap air dengan sifat panas secara perlahan serta memberi sarana hidup. Pemimpin harus selalu mencerminkan sifat dan sikap semangat kehidupan dan energi untuk mencapai tujuan dengan didasari pikiran yang matang dan teliti serta pertimbangan baik buruknya juga kesabaran dan kehati-hatian.

 2. Dewa Chandra atau Watak Bulan
Yang memberi kesenangan dan penerangan dengan sinarnya yang lembut. Seorang pemimpin bertindak halus dengan penuh kasih sayang dengan tidak meninggalkan kedewasaannya.

 3. Dewa Yama atau Watak Bintang
Yang indah dan terang sebagai perhiasan dan yang menjadi pedoman dan bertanggung jawab atas keamanan anak buah, wilayah kekuasaannya.

 4. Dewa Bayu atau Watak Angin
Yang mengisi tiap ruang kosong. Pemimpin mengetahui dan menanggapi keadaan negeri dan seluruh rakyat secara teliti.

 5. Dewa Indra atau Watak Mendung
Yang menakutkan (berwibawa) tetapi kemudian memberikan manfaat dan menghidupkan, maka pemimpin harus berwibawa murah hati dan dalam tindakannya bermanfaat bagi anak buahnya.

 6. Dewa Agni atau Watak Api
Yang mempunyai sifat tegak, dapat membakar dan membinasakan lawan. Pemimpin harus berani dan tegas serta adil, mempunyai prinsip sendiri, tegak dengan berpijak pada kebenaran dan kesucian hati.

 7. Dewa Baruna atau Watak Samudra
Sebagai simbol kekuatan yang mengikat. Pemimpin harus mampu menggunakan kekuatan dan kekuasaannya untuk menjaga keseluruhan dan keutuhan rakyat serta melindungi rakyat dari segala kekuatan lain yang mengganggu ketentraman dan keamanan secara luas dan merata.

 8. Dewa Kuwera atau Watak Kekayaan atau Watak Bumi
Yang sentosa, makmur dengan kesucian rohani dan jasmani. Pemimpin harus mampu mengendalikan dirinya karena harus memperhatikan rakyat, yang memerlukan bantuan yang mencerminkan sentosa budi pekertinya dan kejujuran terhadap kenyataan yang ada.

Minggu, 20 Februari 2011

Visi dan Misi IPDN

A.        Tujuan Pendidikan IPDN

Pendidikan IPDN bertujuan membentuk kader pamong praja, yang memiliki triple-competence sebagai berikut:

1.        Kemampuan untuk mengelola kebhinekaan bangsa dan nusantara menjadi kekuatan nasional (tunggal ika), memproses persatuan dan melestarikan kesatuan bangsa (Bhineka Tunggal Ika).

2.        Kemampuan untuk berfungsi sebagai conductor (dirigent), yaitu kemampuan untuk mengelola berbagai fungsi dan tugas yang berbeda-beda, mengidentifikasi konflik atau nada sumbang sekecil apapun dan mengoreksinya sehingga tercipta harmoni antar pihak  dan pada gilirannya menghasilkan kinerja maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.

3.        Kemampuan untuk berkoordinasi dengan pihak lain yang fungsinya berbeda dan berfungsi sebagai koordinator antar berbagai satuan kerja yang berlainan yang beroperasi dalam suatu wilayah/daerah.

B.       Visi

Visi yang  ditetapkan  Institut Pemerintahan Dalam Negeri  dalam mewujudkan cita-cita tersebut dalam waktu sepuluh tahun ke depan adalah ”Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang terpercaya dalam mengemban tugas pengembangan ilmu, pembentukan perilaku kepamongan dan penyedia kader pemerintahan yang terampil”.
      
C.       Misi
Untuk mencapai  visi tersebut, maka misi Institut Pemerintahan Dalam Negeri ditetapkan sebagai  berikut:
1.      Mensinergikan kekuatan sivitas akademika Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
2.      Mengembangkan kurikulum berbasis pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan (Jar-Lat-Suh).
3.      Membangun jaringan kerjasama dengan berbagai kalangan yang mampu mendukung pengembangan kurikulum dan implementasinya.
4.      Melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat).
5.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
6.      Memberdayakan praja sebagai subyek pendidikan dan aset nasional.

Senin, 14 Februari 2011

IPDN Kampus Daerah

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 60 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri No 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN


IPDN KAMPUS  DI DAERAH TERDIRI DARI :
1.       IPDN Kampus di Kota Bukittinggi (Baso)
2.       IPDN Kampus di Kabupaten Rokan Hilir 
3.       IPDN Kampus di Kabupaten Gowa  
4.       IPDN Kampus di Kabupaten Minahasa(Sementara)
5.       IPDN Kampus di Kabupaten Lombok Tengah
6.       IPDN Kampusdi Kabupaten Kubu Raya
7.       IPDN Kampus di Kota Jayapura*)
 Keterangan *) = sedang dalam persiapan 

Untuk kampus IPDN Minahasa merupakan Kampus sementara karna saat ini dalam proses Penyelesaian di Tampusu .
STRUKTUR  ORGANISASI IPDN KAMPUS DAERAH : 
Struktur organisasi IPDN Kampus Daerah

Jumat, 14 Januari 2011

Kode Kehormatan Praja

Kami Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri adalah:

  • Kader aparatur pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
  • Berjiwa pamong yang  mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa kepada pemerintah Republik Indonesia
  • Sebagai putra Bangsa yang siap mengabdi dan rela berkorban, senantiasa bekerja keras dan pantang menyerah dalam pelaksanaan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara
  • Dapat dipercaya, berdisiplin bertanggung jawab, pembela kebenaran/ keadilan dan kejujuran
  • Insan berilmu yang berkemauan dan berkemampuan serta andalan dalam mengisi kemerdekaan. 

Sabtu, 08 Januari 2011

Lambang IPDN


Makna Lambang Institut Pemerintahan Dalam Negeri :
  1. Bintang warna kuning melambangkan Pancasila
  2. Kapas warna putih melambangkan keadilan
  3. Daun kapas warna hijau melambangkan kesejukan dan ketentraman
  4. Padi warna kuning melambangkan kemakmuran.
  5. Kombinasi bunga kapas dan daunnya berjumlah 17 melambangkan tanggal Proklamasi 17 Agustus 1945 berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  6. Padi berjumlah 45 bermakna tahun kemerdekaan Republik Indonesia 1945.
  7. Roda kemudi melambangkan pemerintahan.
  8. Delapan jari roda kemudi melambangkan bulan lahirnya Proklamasi, dan melambangkan 8 penjuru angin yang dimaknai sebagai ke wilayahan, pemerintahan daerah dan Bhinneka Tunggal Ika.
  9. Lambang yang berbentuk kelopak bunga lotus (teratai), bermakna kearifan.
  10. Buku melambangkan sumber pengetahuan.
  11. Warna biru laut yang mendasari lambang dimaknai sebagai tanggungjawab, ketangguhan, ketenangan dan inovasi yang tinggi.
  12. Angka 2004 melambangkan tahun berdirinya IPDN.
  13. Among, melaksanakan fungsi pamong yang berarti mengasuh dan mengemong menurut sistem among : Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tutwuri Handayani.
  14. Praja artinya Peserta Didik (termasuk mahasiswa) IPDN.
  15. Dharma artinya melaksanakan kewajiban, peraturan, kebenaran.
  16. Kata-kata : Among Praja Dharma Nagari secara keseluruhan berarti IPDN mengemong Praja supaya setia pada kewajiban untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara.

Jumat, 07 Januari 2011

Sejarah IPDN

Penyelenggaraan pendidikan kader pemerintahan di lingkungan Departemen Dalam Negeri yang  terbentuk melalui proses perjalanan sejarah yang panjang. Perintisiannya dimulai sejak zaman pemerintahan  Hindia Belanda pada tahun 1920, dengan terbentuknya sekolah pendidikan Pamong Praja yang  bernama Opleiding School Voor Inlandshe Ambtenaren ( OSVIA ) dan Middlebare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren ( MOSVIA ). Para lulusannya sangat dibutuhkan dan dimanfaatkan  untuk  memperkuat penyelenggaraan pemerintahan Hindia Belanda. Dimasa kedudukan pemerintah Hindia Belanda, penyelenggaraan pemerintahan Hindia  Belanda dibedakan atas pemerintahan yang langsung dipimpin oleh kaum atau golongan pribumi  yaitu  Binnenlands Bestuur Corps  ( BBC ) dan pemerintahan yang tidak langsung  dipimpin oleh kaum atau golongan dari keturunan Inlands Bestuur Corps ( IBC ).            

Pada masa  awal kemerdekaan RI, sejalan dengan penataan sistem pemerintahan yang diamanatkan oleh Undang Undang Dasar  1945, kebutuhan akan tenaga kader pamong praja untuk melaksnakan tugas-tugas pemerintahan baik pada pemerintah pusat maupun daerah semakin meningkat sejalan dengan tuntutan perkembangan penyelenggaraan pemerintahannya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kekurangan tenaga kader pamong praja, maka pada tahun 1948 dibentuklah lembaga pendidikan dalam lingkungan Kementrian Dalam Negeri yaitu Sekolah Menengah Tinggi ( SMT ) Pangreh Praja yang kemudian berganti nama menjadi Sekolah Menengah Pegawai Pemerintahan Administrasi Atas ( SMPAA ) di Jakarta dan Makassar.      

Pada Tahun 1952, Kementrian Dalam Negeri menyelenggarakan Kursus Dinas C (KDC) di Kota Malang, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan pegawai golongan DD yang siap pakai dalam melaksanakan tugasnya. Seiring dengan itu, pada tahun 1954 KDC juga diselenggarakan di Aceh, Bandung, Bukittinggi, Pontianak, Makasar, Palangkaraya dan Mataram. Sejalan dengan perkembangan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin kompleks, luas dan dinamis, maka pendidikan aparatur di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan tingkatan kursus dinilai sudah tidak memadai. Berangkat dari kenyataan tersebut, mendorong pemerintah mendirikan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) pada tanggal 17 Maret 1956 di Malang, Jawa Timur. APDN di Malang bersifat APDN Nasional  berdasarkan SK Mendagri No. Pend.1/20/56 tanggal 24 September 1956  yang diresmikan oleh Presiden Soekarno di Malang, dengan Direktur pertama Mr. Raspio Woerjodiningrat. Mahasiswa APDN Nasional Pertama ini adalah lulusan KDC yang direkrut  secara selektif dengan tetap mempertimbangkan keterwakilan asal provinsi selaku   kader pemerintahan   pamong praja yang lulusannya dengan gelar Sarjana Muda ( BA ).

Pada perkembangan selanjutnya, lulusan APDN  dinilai masih perlu ditingkatkan dalam rangka upaya lebih menjamin terbentuknya kader-kader pemerintahan yang ” qualified leadership  and manager administrative ”, terutama dalam menyelenggarakan tugas-tugas urusan pemerintahan umum. Kebutuhan ini mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan aparatur di lingkungan Departemen Dalam Negeri  setingkat Sarjana, maka dibentuklah Institut Ilmu Pemerintahan ( IIP ) yang berkedudukan di Kota Malang Jawa Timur berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 8 Tahun 1967, selanjutnya dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Nomor 119 Tahun 1967. Peresmian berdirinya IIP di Malang ditandai dengan peresmian oleh Presiden Soekarno pada tanggal 25 Mei 1967.

Pada tahun 1972  Institut Ilmu Pemerintahan ( IIP) yang berkedudukan di Malang Jawa Timur dipindahkan ke Jakarta melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 94 Tahun 1972. Pada tanggal 9 Maret 1972, kampus IIP yang terletak di Jakarta di resmikan oleh Presiden Soeharto yang dinyatakan : ” Dengan peresmian kampus Institut Ilmu Pemerintahan, mudah-mudahan akan merupakan kawah candradimukanya Departemen Dalam Negeri untuk menggembleng kader-kader pemerintahan yang tangguh bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia ”           

Seiring dengan pembentukan IIP yang merupakan peningkatan dari APDN Nasional di Malang, maka untuk penyelenggaraan pendidikan kader pada tingkat akademi, Kementrian  Dalam Negeri secara bertahap sampai dengan dekade tahun 1970-an membentuk APDN di 20 Provinsi selain  yang berkedudukan di Malang, juga  di Banda Aceh, Medan, Bukittinggi, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Lampung, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Mataram, Kupang, Makassar, Menado, Ambon dan Jayapura.         

Pada tahun 1988, dengan pertimbangan untuk menjamin terbentuknya wawasan nasional dan pengendalian kualitas pendidikan Menteri Dalam Negeri Rudini  melalui   Keputusan   No. 38 Tahun 1988 Tentang Pembentukan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Nasional. APDN Nasional kedua  dengan program D III  berkedudukan di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat yang peresmiannya dilakukan oleh Mendagri tanggal 18 Agustus 1990. APDN Nasional ditingkatkan statusnya  berdasarkan  Kepres No. 42 Tahun 1992 tentang Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, maka status APDN menjadi STPN dengan program studi D III yang diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 18 Agustus 1992. Sejak tahun 1995, bertititk tolak dari keinginan dan kebutuhan untuk lebih mendorong perkembangan karier sejalan dengan  peningkatan eselonering jabatan dalam sistem kepegawaian Republik Indonesia, maka program studi ditingkatkan menjadi program D IV. Keberadaan  STPDN dengan pendidikan  profesi  ( program    D IV ) dan  IIP yang menyelenggarakan pendidikan  akademik program sarjana  ( Strata I ), menjadikan Departemen Dalam Negeri memiliki dua (2) Pendidikan Pinggi Kedinasan dengan lulusan yang sama dengan golongan III/a.               

Kebijakan Nasional  mengenai pendidikan tinggi sejak tahun 1999 antara lain yang mengatur bahwa suatu Departemen tidak boleh memiliki dua atau lebih perguruan tinggi dalam menyelenggarakan keilmuan yang sama, maka mendorong Departemen Dalam Negeri untuk mengintegrasikan STPDN ke dalam IIP . Usaha pengintegrasiaan STPDN kedalam IIP secara intensif dan terprogram sejak tahun 2003 sejalan dengan dikeluarkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pengintegrasian terwujud dengan ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan STPDN ke dalam IIP dan sekaligus merubah nama IIP menjadi Institut Ilmu Pemerintahan ( IPDN ). Tujuan penggabungan STPDN ke dalam IIP tersebu, selain untuk memenuhi kebijakan pendidikan nasional juga untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan kader pamong praja di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Kemudian Kepres No. 87 Tahun 2004 ditindak lanjuti  dengan Keputusan Mendagri No. 892.22-421 tahun 2005 tentang Pelaksanaan Penggabungan dan Operasional Institut Pemerintahan Dalam Negeri, disertai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2005 Tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN dan   Peraturan Menteri Dalam Negeri 43 Tahun 2005  Tentang Statuta IPDN serta peraturan pelaksanaan lainnya.          

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ke dalam Institut Ilmu Pemerintahan menjadi IPDN, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2009 tentang Statuta Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Bahwa IPDN merupakan salah satu komponen di lingkungan Kementerian Dalam Negeri yang melaksanakan tugas menyelenggarakan pendidikan tinggi kepamongprajaan. Sejalan dengan tugas dan fungsi melaksanakan pendidikan tinggi kepamongprajaan serta dengan mempertimbangkan tantangan, peluang dan pilihan-pilihan strategik yang akan dihadapi dalam lima tahun kedepan, Renstra IPDN 2010-2014 disusun dengan memperhatikan pencapaian program dan kegiatan yang dilakukan agenda pembangunan pada lima tahun terakhir (2005­2009), serta kondisi internal dan dinamika ekternal lingkup IPDN.

Presiden Republik Indonesia pada tanggal 9 April 2007 mengeluarkan kebijakan dengan menetapkan 6 (enam) langkah pembenahan yang segera dilakukan untuk membangun budaya organisasi yang barn bagi IPDN. Kebijakan Presiders memperoleh dukungan dad DPR-RI.

Untuk melaksanakan kebijakan pembenahan, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan serangkaian kebijakan yaku:

  1. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pembenahan IPDN;
  2. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 890.05-506 Tahun 2007 tentang Pembentukan Tim Implementasi Pendidikan Kader Pemerintahan;

Pada tahap selanjutnya, ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri Ke Dalam Institut Ilmu Pemerintahan menjadi IPDN mengamanatkan penataan sistem pendidikan tinggi kepamongprajaan meliputi jenis pendidikan, pola pendidikan, kurikulum, organisasi penyelenggara pendidikan, tenaga kependidikan dan peserta didik serta pembiayaan. Pendidikan tinggi kepamongprajaan selain diselenggarakan di Kampus IPDN Pusat Jatinangor, serta Kampus IPDN di Cilandak Jakarta, jugs diselenggarakan di Kampus IPDN Daerah yang menyelenggarakan program studi tertentu sebagai satu kesatuan yang ticlak terpisahkan.

Untuk memenuhi persyaratan menjadi Institut, di IPDN telah dibentuk 2 (dua) Fakultas yaitu Fakultas Politik Pemerintahan yang terdiri dari 2 (dua) jurusan yaitu jurusan Kebijakan Pemerintahan dan Jurusan Pemberdayaan Masyarakat; Fakultas Manajemen Pemerintahan yang terdiri dari 4 (empat) jurusan yaitu Jurusan Manajemen Sumber Daya Aparatur, Jurusan Pembangunan Daerah, Jurusan Keuangan Daerah, dan Jurusan Kependudukan dan Catatan Sipil.

Kampus IPDN di daerah tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN ditetapkan: Kampus IPDN Manado, Kampus IPDN Kampus Makassar, Kampus IPDN Pekanbaru, dan Kampus IPDN Bukittinggi, yang selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 892.1­829 Tahun 2009 ditetapkan lokasi pembangunan kampus IPDN di daerah yaitu: di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, dan di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, serta pada saat ini sedang dipersiapkan pengembangan Kampus IPDN di Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Kampus IPDN di Mataram diProvinsi Nusa Tenggara Barat dan Kampus IPDN di Jayapura Provinsi Papua.

Kampus IPDN di daerah sejak tahun 2009 telah melaksanakan operasional pendidikan dengan kapasitas Praja 100 Praja setiap kampus dengan penetapan Jurusan/Program Studi yaitu: pertama, Kampus IPDN di Kab. Agam menyelenggarakan Program Studi Keuangan Daerah, Kampus IPDN di Kab. Rokan Hilir menyelenggarakan program studi pembangunan daerah, Kampus IPDN di Kab. Gowa menyelenggarakan Program Studi Pemberdayaan Masyarakat, sedangkan kampus IPDN di Minahasa direncanakan menyelenggarakan Program Studi Kependudukan dan Catatan Sipil.

Mulai tahun 2010 kebijakan Pendidikan Kepamongprajaan dikonsentrasikan pada Program Diploma IV (D-IV) pada se­mester I, II, 111, IV, V dan VI setelah masuk semester VI I dan VIII dilaksanakan penjurusan dan pengalihan ke Program Strata Satu (S-1). Pada Kampus IPDN di Cilandak Jakarta diselenggarakan Program Pascasarjana Strata Dua (S-2) dan Strata Tiga (S-3), program profesi kepamongprajaan serta kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.